Setelah beberapa bulan kagak sempat nulis, hari ini entah kenapa hasrat saya buat menulis muncul kembali,
kali ini saya mau bercerita tentang perjalanan saya ke sei bingei kabupaten langkat bersama teman-teman kampus dulu untuk melakukan rafting.
Perjalanan ini sudah lama kami rencanakan dan baru bisa terealisasikan hari minggu, tangal 29 Januari 2012, untuk biayanya dikenakan Rp. 250.000 /org, itu sudah termasuk biaya rental mobil ke TKP, akomodasi,dokumentasi dll.
Tepat pukul 07:00 pagi saya sudah bangun, menyiapkan perlengkapan, dan menunggu teman saya menjemput ke rumah.
Teman yang menjemput saya sudah datang, namanya arthur, dia menyarankan saya untuk membawa baju tangan panjang, dikarenakan nanti disana cuacanya akan sangat panas sekali.
Akhirnya saya ganti kostum. Saya turuti saja sarannya karena beliau sudah pernah kesono sebelumnya.
Setelah sampai di tempat berkumpul, sudah banyak teman-teman saya yang nungguin, jumlah yang ikut ada 12 orang, cowok semua,
Kami berangkat dengan menggunakan 2 mobil. sebagai informasi, perjalanan kami menempuh waktu lebih kurang 1 jam dari kota medan.
letak daerah sei bingei ini berada di kabupaten langkat. Dalam perjalanan, kami melewati Markas Linud 100. Kalau ada yang pernah mendengar berita tentara menyerang markas Brimob yang ada di Binjai di tahun 2002, maka Linud 100 inilah yang menyerang markas brimob tersebut.
Oke kembali ke perjalanan menuju sei bingei. Setelah 1 Jam perjalanan yang melelahkan dan jalan yang cukup jelek, akhirnya kami sampai di suatu tempat sekitar jam 10 siang.benar sekali kata temen saya, cuaca hari itu sangat puaanas sekali. Untung saja saya pakai kostum tangan panjang, jadi kulit saya yang sudah hitam eksotik ini tidak jadi hitam legam seperti boas salossa. Nama tempatnya adalah Explore sumatera (namo sira sira river camp)

Tempat ini adalah penyedia olahraga rafting dimana kami akan melalui rute yang mereka sudah setting untuk orang-orang yang berjiwa petualang seperti saya.
Di camp tersebut di sediakan kopi, teh serta perlengkapan safety standard buat rafting seperti helm, pelampung, dan dayung, di tempat itu juga di ajarkan teknik-teknik dasar melakukan olahraga rafting dan juga pengelompokan team, jadi satu perahu karet berisi 6 orang peserta ditambah 1 orang instruktur, jadi total 7 orang.
Pada awalnya saya kira, dari tempat tersebut kami memulai melakukan rafting, ternyata tidak. setelah perlengkapan sudah didapatkan. kami naek truk berangkat ke tempat memulai melakukan rafting. atau lebih tepatnya tempat startnya. Perjalanan dengan menggunakan truk ini lumayan buat capek, tapi terobati dengan pemandangan alam yang masih sangat alami, sawah-sawah yang padinya menguning, ladang jagung yang sangat luas, langit yang biru, dan juga bukit barisan yang terlihat sangat jelas dikarenakan cuaca yang sangat cerah waktu itu. Saya sempat mengabadikan moment tersebut, what a wonderful place.
Setengah jam kemudian, setelah perjalanan dengan truk dimulai kami sampai di tempat garis start. Perahu karet ada banyak tersedia, karena yg rafting hari itu ada dari karyawan Bea Cukai dan Daihatsu, jadi ada sekitar 12 perahu karet yang berangkat. Sebelum berangkat seperti biasa, kami tidak lupa mengabadikan moment2 bersejarah itu. hehehe
Perahu karet kami mengarungi sungai sekitar 45 Km, tetapi di beberapa titik ada tempat checkpoint, di tempat pemberhentian sementara itu kami bisa berenang, foto-foto (lagi), lompat dari tempat2 yang tinggi. Saya waktu itu lompat denga cara salto, kalo ada yang bilang no picture = hoax maka saya dapat membuktikan kalo itu tidak hoax, karena saya ada fotonya. Kalau tidak percaya silahkan saja ditanya sama Roy Suryo. nih penampakannya 
Sudah lama sekali saya tidak salto seperti itu, terakhir kali di danau toba. aahhh, waktu memang cepat sekali berlalu tanpa kompromi terlebih dahulu.
Akhirnya setelah 3 jam perjalanan, kami balik ke camp, mengembalikan perlengkapan rafting, mandi, ganti pakaian, lalu makan siang. dan tidak lupa foto-foto (lagi)
Jam 4 sore kami balik ke medan dan kembali kerumah masing masing, rasanya pikiran ini kembali segar untuk menghadapi pekerjaan di hari esok. Akhirnya salah satu kegiatan yang sejak lama saya inginkan sudah saya lakukan. Berarti tinggal beberapa keinginan lagi, salah satunya bungee jumping, seandainya ada bungee jumping di Medan, pasti sudah saya datangi. kalau di Bali terlalu jauh, berat di ongkos sama waktu. hehehe, tapi saya yakin, suatu saat pasti dapat saya lakukan.
Nantikan kisah petualangan saya yang terbaru
)

















































